5 Candi Terbaik di Yogyakarta
Assalamualaikum sobat wisata. Welcome back to my journey!!! Kali ini aku bakal ngajak kalian jalan-jalan di 5 candi terbaik versi aku di Jogja ya. Oh iya sebelumnya, ini review dari aku karna aku pernah ke candi ini hihiwww, buat sobat wisata yang belum kenal aku, mari baca tulisan ku dari awal ya:D seru kok seru di jamin deh. Mungkin beberapa sobat wisata belum pernah mendengar nama candi ini atau rada asing tapi candinya tidak mengecewakan, super bagus sekali!! tidak kalah kok sama candi Borobudur yang ada di Magelang sana, yasudah deh this is my journey, enjoy it!!:*
- Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan pilihan tempat wisata candi di Jogja yang sudah terkenal sekali, pasti sobat wisata sudah tau kan? Candi Prambanan sendiri termasuk candi Hindu yang terbesar di Negara Indonesia, jadi tak heran jika candi ini menjadi primadona para wisatawan. Kompleks candi di Desa Prambanan tersebut memiliki 3 bagian candi utama, diantaranya Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Dimana ketiga candi tersebut dikelilingi 4 candi kelir, 4 candi sudut dan 2 candi apit. Dengan begitu total keseluruhan candi pada kompleks tersebut berjumlah 224 buah. Candi ini mempunyai keunikan dari cerita jaman dahulu loh tentang seorang wanita yang di kutuk menjadi candi karena telah ingkar janji huhu sedih yaa…
Lokasi Candi Prambanan berada di Jalan Raya Yogya-Solo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Untuk menuju ke candi prambanan sangatlah mudah selain sudah banyak papan petunjuk candi prambanan berada di pinggir jalan raya sehingga mudah dijangkau.
Untuk tiket masuk candi prambanan adalah sebesar Rp40.000 untuk orang dewasa. Tapi sangat worth it lho soalnya Candi prambanan benar-benar bagus dan banyak jufga spot foro bagi sobat wisata yang hobby foto hihi
2. Candi SambiSari
Yang kedua ada candi yang tak kalah unik loh sobat wisata. Candi yang memiliki keunikan dan daya tarik lain adalah Candi Sambisari. Candi yang memiliki letak lebih rendah 5-6 meter di bawah permukaan tanah disekitarnya. Candi ini terletak di
Jalan Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman. Harga tiket masuknya hanya Rp. 5.000 saja loh.Terjangkau kan?
Bagaimana Candi Sambisari dapat berada di bawah permukaan tanah disekitarnya? Pasti sobat wisata bingung? Jawabannya yaitu awal mula ditemukan candi ini adalah ketika seorang petani bernama Karyowinangun yang sedang mencangkul di sawah dan cangkulnya mengenai batu keras yang memiliki ukiran atau pahatan dipermukaannya. Batu itupun kemudian diteliti oleh Dinas Kepurbakalaan dan ditemukanlah bahwa batuan tersebut merupakan batuan dari komponen suatu candi. Setelah ditemukan fakta bahwa batu tersebut merupakan komponen batuan candi, area penemuan candi tersebut kemudian dilakukan evakuasi dan penggalian lebih lanjut. Butuh waktu yang cukup lama untuk proses evakuasi, penggalian tak kurang dari 20 tahun. Candi tersebut diberi nama sesuai nama desa candi tersebut ditemukan yaitu Candi Sambisari.
3. Candi Plaosan
Lalu ada Candi Plaosan..
Candi Plaosan memang terletak di Kabupaten Klaten Jawa Tengah, tapi bagi sobat wisata yang ingin mengunjungi Candi Plaosan untuk alternatif wisata idak perlu khawatir akan jarak yang jauh karena Candi Plaosan ini letaknya masih dapat dikatakan berdekatan dengan Candi Prambanan. Terletak di Jl. Candi Plaosan, Plaosan Lor, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Harga tiket masuknya sangat amat terjangkau loh yaitu Rp. 5000 saja 😀
Candi Plaosan ini memiliki cerita yang sangat unik, yaitu tentang perbedaan agama dari sang raja yang memeluk agam Hindu, dan sang permaisyuri yang beragama Budha. Perbedaan bukanlah alasan untuk melenyapkan cinta yang telah tumbuh. Namun justru cintalah yang seharusnya bisa menjadi alat untuk menyatukan perbedaan. Mungkin hal itulah yang dipegang teguh oleh Rakai Pikatan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan bangunan nan cantik, Candi Plaosan, bagi istrinya yang sangat dia kasihi, Pramodyawardani. Berdasarkan catatan sejarah yang ada, Kompleks Candi Plaosan dibangun pada pertengahan abad ke-9. Kompleks candi ini terbagi menjadi dua bagian, yakni Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi memiliki teras segi empat yang dikelilingi dinding tempat semedi berbentuh gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan hal tersebut, maka Candi Plaosan kerap disebut sebagai candi kembar.
Mengunjungi Candi Plaosan akan menjadi perjalanan yang menyenangkan loh sobat wisata. Selain bangunan candinya yang cantik, lokasinya yang berada di tengah areal persawahan juga menjajikan eksotisme tersendiri. Pada saat-saat tertentu kalian bisa menikmati kemegahan candi sembari melihat petani yang membajak sawah atau menyaksikan gerobag sapi yang melintas lengkap dengan bunyi gemerincingnya yang khas.
4. Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko merupakan candi bersejarah dengan berupa reruntuhan bangunan. Lokasi candi ratu boko berada di Dusun Dawung, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten sleman. Candi ratu boko merupakan salah satu wisata yang sangat indah di Jogja, dan tempat menikmati sunset/senja yang bagus di Yogyakarta. Fasilitas di Candi ini sangat lengkap, Untuk tiket masuk ke candi ratu boko adalah sebesar Rp25.000. Di candi ini juga memiliki paket wisata untuk melihat sunset loh..dengan harga Rp. 100.000 cukup mahal dari sebelumnya. Tapi sangat worth it karena sunset di ratu boko adalah sunset terbaik di jogja. Untuk jam buka Candi Ratu Boko adalah pukul 06.00. Adapun jam tutup Candi Ratu Boko adalah pukul 5 sore.
Oh iya, candi ratu boko juga memiliki cerita unik sobat wisata. Sama halnya dengan candi-candi yang lain, ada legenda Candi Ratu Boko di balik berdirinya bangunan ini. Sejarah berdirinya candi ini adalah ada Raja yang bernama Prabu Dewatasari atau dikenal dengan nama Prabu Boko yang hidup di Kraton Prambanan. Namun ada misteri Candi Ratu Boko yang lain bahwa sesungguhnya Prabu Boko adalah seorang perempuan, yakni permaisuri Raja Prambanan yang bernama asli Prabu Prawatasari. Prabu Boko ini adalah perempuan titisan raksasa yang bernama Buto Nyai.
Walau demikian, kecantikan Buto Nyai konon saat itu tidak ada yang bisa menyaingi di wilayah Jawa Tengah kala itu. karena postur badannya yang ingi dan melebihi rata-rata tinggi orang dewasa itulah ia juga mendapat nama julukan Roro Jonggrang. Setelah melahirkan putranya, Prabu Boko memiliki kebiasaan buruk, yakni memakan daging manusia sebagai tumbal kesaktiannya. Karena perbuatan buruknya itulah, ayahnya sang Raja Prabu Dewatasari marah dan murka. Ia memerintahkan Prabu Boko untuk meninggalkan istana. Kepergian sang permaisuri ini membuat raja dan sang bayi sedih. Hingga akhirnya dibuatlah patung dari batu yang menyerupai istrinya dan yang dikenal dengan Candi Ratu Boko.
5. Candi Ijo
Nah yang terakhir nih sobat wisata, ada candi Ijo. Candi ini juga disebut sebut sebagai candi tertinggi karena lokasinya yang berada di bukit dan memiliki ketinggian 357,402 mdpl sampai 395,481 mdpl. Candi ini memiliki teras berundak yang memiliki sisi terendah di sebelah barat dan sisi tertinggi di sebelah timur. Hal ini terjadi karena kontur bukit di bawahnya. Terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Candi yang menyuguhkan pemandangan sunrise dan sunset yang indah di ketinggian ini dibuka setiap hari dari hari Senin sampai Minggu dan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Harga tiketnya cukup murah, di bedakan antara wisatawan lokal dan mancanegara. Wisatawan lokal cukup membayar Rp. 5000 saja, dan wisatawan mancanegara Rp.10.000 saja. Candi ini berada di atas bukit yang bernama Gumuk Ijo, Perbukitan Batur Agung.
NAH GIMANA SOBAT WISATA? BAGUS-BAGUS KAN CANDI YANG ADA DI JOGJA? HAHAHAH untuk ituu kalian semua harus wajib dateng kesini ya karena menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi loh. Kalian bisa mengikuti alur jalan lewat
https://www.google.com/maps ya agar lebih mudah. So byee, see you in the next journey!!








